Influencer : The Power to change anything
Seringkali kita ingin agar suatu perubahan itu terjadi, dan ketika
perubahan yang diharapkan tidak juga kunjung datang, kita sering
berpikir bahwa motivasi orang-orang untuk melakukan perubahan itu
kurang. Padahal mungkin orang-orang tersebut ingin berubah, tetapi
mereka tidak memiliki kemampuan yang diperlukan agar proses perubahan
bisa dilaksanakan.
Perubahan itu membutuhkan 2 hal yang bersumber dari 6 hal, yaitu:
1) Terdapat motivasi/keinginan untuk berubah. Motivasi bersumber dari 3
hal. Motivasi dari dalam diri sendiri, motivasi dari orang lain,
motivasi dari reward dan punishment.
2) Memiliki kemampuan yang dibutuhkan agar proses perubahan dapat
dilaksanakan. Kemampuan seseorang untuk melakukan perubahan bisa
ditingkatkan dari 3 sumber. Meningkatan kemampuan diri sendiri, bantuan
dari orang lain, serta sarana dan prasarana yang mendukung.
Misalnya: Ada mahasiswa yang mendapatkan nilai D untuk mata kuliah
tertentu. Mahasiswa tersebut mengulang mata pelajaran tersebut di
semester berikutnya.
a) Situasi pertama: Mahasiswa tersebut tidak juga
mengerti mata pelajaran tersebut (tidak mampu), walaupun telah
mengulang. Walaupun mahasiswa tersebut termotivasi untuk belajar dengan
begadang sampai jam 4 pagi untuk persiapan ujian, kemungkinan besar dia
akan mendapatkan hasil yang tidak memuaskan.
b) Situasi kedua: Mahasiswa tersebut mengerti mata pelajaran yang
diulang (mampu). Tetapi mahasiswa tersebut malas (tidak termotivasi)
belajar untuk persiapan ujian, kemungkinan besar dia akan mendapatkan
hasil yang tidak memuaskan.
Perubahan memerlukan 2 kata: mau dan mampu.
3 sumber motivasi untuk perubahan:
1) Motivasi dari dalam diri sendiri. Bagaimana caranya agar dapat
membantu orang lain memiliki motivasi dari dalam dirinya sendiri.
Sehingga orang tersebut senang melakukan kegiatan yang baik, dan benci
melakukan kegiatan yang buruk.
a) Kepada orang yang berpikiran bahwa suatu kegiatan yang baik itu
tidak menyenangkan, minta mereka mencoba melakukan kegiatan tersebut.
Kadang informasi yang mereka dapatkan tentang kegiatan tersebut tidak
valid, sehingga mereka sudah memvonis bahwa kegiatan tersebut tidak
menyenangkan.
b) Buat kegiatan tersebut menjadi sebuah game/permainan. Dengan
menjadikan kegiatan tersebut sebuah permainan, seseorang bisa larut
dalam kesenangan ketika kegiatan tersebut. Untuk membuat orang larut
dalam kegiatan, bisa dibaca artikel
Flow: The psychology of optimal experience.
c) Untuk kegiatan baik yang memang tidak menyenangkan untuk
dilakukan, dan susah dibuat menjadi permainan. Maka cara agar orang lain
tersebut termotivasi adalah dengan membuatnya sadar bahwa kegiatan ini
sesuai dengan nilai-nilai baik yang dipegang oleh orang tersebut. Atau
membuat mereka sadar bahwa kegiatan yang baik tersebut akan membuat
mereka mencapai impian mereka atau mendekatkan mereka dengan impian
mereka.
Motivasi terbesar untuk perubahan adalah motivasi dari dalam diri
sendiri. Dan motivasi terbesar yang bisa dimunculkan dari dalam diri
sendiri adalah motivasi yang dihubungkan dengan nilai-nilai yang
dipegang oleh orang tersebut.
2) Motivasi perubahan juga bisa berasal dari orang lain. Hal ini terjadi
jika orang lain memotivasi untuk melakukan kegiatan yang baik, dan
mewanti-wanti kita ketika melakukan kegiatan yang tidak baik.
Tokoh masyarakat adalah pemberi motivasi terkuat untuk perubahan pada
orang lain. Ciri-ciri tokoh masyarakat yang pendapatnya akan banyak
didengar dan memotivasi orang lain untuk melakukan perubahan adalah:
a) Tokoh masyarakat ini memiliki keahlian di bidang yang sedang dibahas.
b) Tokoh masyarakat ini mendahului kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.
c) Tokoh masyarakat ini meluangkan waktu yang banyak untuk bersosialisasi dengan masyarakat.
3) Motivasi perubahan yang berasal dari konsep reward dan punishment.
Buatlah konsep reward dan punishment yang memotivasi perubahan. Sumber
motivasi ini sebaiknya diberikan setelah orang tersebut memiliki
motivasi dari dalam dirinya sendiri. Karena jika tidak, maka orang
tersebut akan bergerak hanya jika terdapat insentif.
3 Hal yang bisa meningkatkan kemampuan seseorang untuk melakukan perubahan:
1) Meningkatkan kemampuan diri sendiri. Kembangkan kemampuan Anda agar
Anda memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk terlaksananya perubahan. Kuncinya adalah berlatih, berlatih, dan berlatih.
2) Penambahan kemampuan yang didapatkan dari bantuan teman/komunitas.
Jika suatu kelompok memiliki 4 ciri, maka kelompok tersebut akan
memiliki kepintaran yang tinggi. 4 ciri pada suatu kelompok yang membuat
kelompok ini memiliki kepintaran bisa dibaca pada artikel
The Wisdom of Crowds: Why the many are smarter than the few.
Kapankah kita sangat membutuhkan bantuan orang lain/komunitas untuk melakukan perubahan:
a) Ketika orang lain/komunitas termasuk bagian yang membuat terbentuknya budaya hidup yang tidak baik.
b) Ketika Individu tidak bisa sukses melakukan perubahan jika hanya dia sendiri yang melakukannya.
3) Sarana dan prasarana yang mendukung.
a) Apakah sarana dan prasarana yang ada disekitar kita mendukung
perubahan yang ingin kita lakukan. Misalnya: Jika kita ingin mengurangi
berat badan kita, kita dapat mengubah ukuran piring menjadi lebih kecil.
Biasanya orang akan merasa kenyang ketika nasi di piring telah habis.
b) Apakah sarana dan prasarana memudahkan seseorang melakukan
tindakan yang baik, dan menyusahkannya untuk melakukan tindakan yang
tidak baik. Misalnya, toples yang berisi permen akan lebih jarang di
makan anak-anak jika di tempatkan di atas rak, dibandikan jika ditaruh
di atas meja. Seseorang akan lebih sering berolahraga jika alat
olahraganya ditaruh di kamarnya, dibanding jika ditaruh di dalam gudang.
(sumber :
http://www.bukuzu.com/